Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Volume 8, No. 02Magenta : Jurnal ilmiah Komunikasi dan Media

Published August 29, 2024

Articles

  1. Menganalisis Karya Film “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini” Menggunakan Kajian Teori Semiotika

    Expanded growth in film industry all over the worlds, include Indonesia to release many theme and variant genre of movies for entertaintment and delivered messages for target audiences. Film is a part of mass communication with audio-visual strengthness for messages delivery to audiences. This qualitative study with content analysis method aims to description about role and position a man as husband and father in traditional society with patriarchy, when a man handled authority and power dominantly.

    Abstrak

    Perkembangan dunia perfilman saat ini sudah berkembang pesat, tak terkecuali di Indonesia. Berbagai tema film telah diproduksi sebagai sarana hiburan maupun penyampaian pesan bagi khalayaknya. Film merupakan bagian dari komunikasi massa audio-visual untuk menyampaikan pesan sosial atau moral kepada penontonnya. Penelitian kualitatif ini mengkaji secara isi (content analysis) pesan (message) yang ingin disampaikan film “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI)” sebuah film nasional bergenre drama keluarga yang telah mendeskripsikan tentang kedudukan dan peran seorang lelaki, suami dan ayah dalam sebuah keluarga yang digugat oleh anak-anaknya sesuai perkembangan jaman mereka. Pesan cerita dari isi film NKCTHI ini menggugat dominasi laki-laki sebagai suami dan sekaligus ayah dalam latar belakang masyarakat yang masih patriarki, dimana otoritas dan pusat kekuasaan masih dominan pada laki-laki.

  2. Upaya Pelestarian Kesenian Kuda Renggong Desa Cikurubuk Sumedang Jawa Barat Melalui Pengembangan Hand Drawing

    The art of Kuda Renggong is an art originating from the village of Cikurubuk Sumedang, West Java which features one to four horses following the rhythm of music, over time the art of renggong horses is lost to time because the people of Cikurubuk village prefer to imitate outside culture, only a handful of people who understand the art of performing renggong horses and even many are still wrong in interpreting it, especially from children and adolescents. The methodology used in this research is descriptive qualitative using the ADDIE model approach (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The purpose of this design is an effort to introduce the art of renggong horses suitable for reintroducing this almost forgotten art in order to re-educate the people of cikurubuk village and the public to continue to preserve the art of renggong horses with hand drawing animation media with the concept of drawing my life as an attractive and varied information media using audio visuals made storytelling. The results of this study indicate that the development of hand drawings has proven effective in efforts to preserve the art of Kuda Renggong in Cikurubuk Village, Sumedang Regency. The utilization of hand drawings can increase the understanding and appreciation of the community, especially the younger generation, of the cultural values contained in Kuda Renggong.

    Abstrak

    Kesenian Kuda Renggong adalah seni yang berasal dari Desa Cikurubuk Sumedang, Jawa Barat yang menampilkan satu sampai empat ekor kuda mengikuti irama musik, seiring berjalannya waktu kesenian kuda renggong hilang termakan zaman karena orang-orang desa cikurubuk lebih suka meniru budaya luar, hanya segelintir orang yang mengerti akan seni pertunjukan kuda renggong bahkan masih banyak yang salah dalam mengartikannya terlebih dari anak-anak dan remaja. Metodologi yang digunakan penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Tujuan perancangan ini adalah upaya pengenalan kesenian kuda renggong cocok untuk mengenalkan kembali kesenian yang hampir terlupakan ini guna mengedukasi kembali masyarakat desa cikurubuk dan umum untuk terus melestarikan kesenian kuda renggong dengan media animasi hand drawing berkonsep draw my life sebagai media informasi secara menarik dan variatif dengan menggunakan audio visual yang dibuat bercerita. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan hand drawing terbukti efektif dalam upaya pelestarian kesenian Kuda Renggong di Desa Cikurubuk, Kabupaten Sumedang. Pemanfaatan hand drawing dapat meningkatkan pemahaman dan apresiasi masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap nilai-nilai budaya yang terkandung dalam Kuda Renggong.

  3. Perancangan Visual Brand Identity Desa Sungsang

    Penelitian ini bertujuan untuk merancang identitas visual yang autentik dan konsisten bagi Desa Sungsang, sebuah desa wisata di Sumatera Selatan yang memiliki potensi besar dalam sektor pariwisata melalui keindahan alam, budaya, dan kuliner lokal. Identitas visual yang kuat diharapkan dapat meningkatkan brand awareness Desa Sungsang serta menarik lebih banyak wisatawan, baik domestik maupun internasional. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara dengan masyarakat lokal, serta studi pustaka mengenai teori desain komunikasi visual dan branding destinasi wisata. Hasil penelitian ini mencakup perancangan logo, tipografi, skema warna, dan elemen grafis lainnya yang dirangkum dalam Graphic Standard Manual (GSM) untuk memastikan konsistensi penerapan identitas visual pada berbagai media promosi. Desain logo terinspirasi oleh elemen lokal, seperti kapal Jung dan burung migran, yang merepresentasikan keunikan Desa Sungsang. Warna-warna dan tipografi yang dipilih mencerminkan perpaduan antara tradisi dan modernitas. Hasil ini menunjukkan bahwa identitas visual yang dirancang mampu membangun citra yang lebih kuat untuk Desa Sungsang, sejalan dengan teori brand identity yang menekankan pentingnya autentisitas dan konsistensi dalam branding. Penelitian ini juga mengungkapkan tantangan terkait aksesibilitas desa dan keterlibatan masyarakat lokal dalam proses branding. Oleh karena itu, pendekatan yang lebih kolaboratif dengan masyarakat dan strategi promosi yang lebih luas diperlukan untuk memaksimalkan dampak identitas visual ini dalam mendukung pertumbuhan pariwisata Desa Sungsang.

  4. Estetika Emosionalisme pada Tokoh Wayang Kulit

    Wayang kulit adalah salah satu bentuk seni pertunjukan tradisional dari Indonesia yang kaya akan nilai-nilai budaya. Persoalannya adalah bahwa kesenian Wayang kulit memiliki potensi nilai-nilai yang belum sepenuhnya dieksplorasi dalam kajian estetika. Tujuan dari penelitian ini adalah berfokus pada persoalan bagaimana tokoh-tokoh dari kesenian Wayang kulit mempengaruhi emosi penghayat dan karakteristik yang dapat membangkitkan nilai-nilai estetika. Melalui teori kajian estetika emosional maka estetika dari kesenian Wayang kulit mengungkap respon emosional pada pengalaman estetik penghayat. Kajian estetika kesenian Wayang Kulit mendeskripsikan elemen visual, audio, dan dramaturgis dalam seni pertunjukan Wayang kulit yang berkontribusi pada pembentukan nilai-nilai estetika. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan studi kepustakaan. Analisis data kualitiatif dari data kombinasi dan interaksi antara elemen-elemen kesenian Wayang kulit menciptakan keindahan dan daya tarik bagi estetika emosional penghayat. Hasil penelitian menunjukan respon penghayat selama pertunjukan kesenian Wayang kulit, seperti ekspresi wajah, perubahan fisiologis, dan reaksi verbal maupun non verbal mereka.

  5. Estetika Makna Visual Pada Trailer Film Suzzanna Malam Jumat Kliwon Produksi 2023

    Film horor legendaris Indonesia salah satunya berjudul "Suzzanna: Malam Jumat Kliwon", dimana film ini pernah populer di era tahun 80'an dan 90'an. Film yang sangat terkenal di kalangan masyarakat pecinta film horor Indonesia pada masa-nya. Tahun 2023 film ini kembali dibuat ulang dengan lebih menampilkan kebaruan dari sisi estetika visual dan komposisi yang diterapkan, dan tokoh-tokoh pemeran film yang saat ini cukup dikenal, salah satunya yaitu artis Luna Maya yang berperan sebagai Suzzanna. Dalam konteks promosi film, trailer menjadi alat penting untuk memperkenalkan cerita dan suasana film kepada penonton potensial. Trailer film ini memberikan cuplikan adegan-adegan penting yang menarik perhatian penonton dan membangun ekspektasi terhadap film secara keseluruhan, trailer dari film "Suzzanna: Malam Jumat Kliwon" telah ditonton sebanyak lebih dari 1,7 juta kali pada channel youtube. Oleh sebab itu keberhasilan film ini tidak lepas dari faktor promosi melalui media trailer film. Maka diperlukannya penelitian yang menganalisis dan membahas tentang estetika makna visual pada trailer film horor berjudul "Suzzanna: Malam Jumat Kliwon". Penelitian dilakukan secara deskriptif kualitatif, dengan pengujian teori-teori film secara konstruktivisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa trailer film "Suzzanna: Malam Jumat Kliwon" memanfaatkan estetika visual dengan baik untuk menciptakan suasana yang mencekam dan memikat. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pemahaman tentang bagaimana estetika visual digunakan dalam trailer film untuk menyampaikan makna.