Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Volume 10, No. 01Magenta : Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Media

Published January 31, 2026

Articles

  1. Persepsi Generasi Alpha Terhadap SDGs 7 Sebagai Dasar Penyusunan Materi Edukasi Berbasis Board-Game

    Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi materi edukasi board game bertema SDG 7 (Affordable and Clean Energy) yang adaptif terhadap karakteristik Generasi Alpha. Studi ini dilatarbelakangi oleh rendahnya literasi sains dan adanya miskonsepsi energi pada siswa sekolah dasar di tengah tantangan transisi energi nasional. Menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui kuesioner visual terhadap 35 responden, penelitian ini memetakan Persepsi kognitif dan preferensi afektif siswa. Hasil analisis mengungkap distorsi pemahaman signifikan, di mana 45,7% responden keliru meyakini energi surya sebagai sumber listrik utama, mengabaikan dominasi batubara. Secara psikografis, 80% responden menunjukkan preferensi kuat pada peran "Konstruktor" (membangun infrastruktur) dibandingkan konservasi pasif. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan desain "Hibrida-Konstruktif": mengintegrasikan narasi dampak lingkungan sebagai pemicu emosional dan mekanika simulasi konstruksi teknologi untuk meluruskan miskonsepsi serta meningkatkan literasi energi secara efektif.

  2. “Tidak Ada Brand” sebagai Brand dalam Praktik Branding Informal Warung Madura di Ruang Urban

    Artikel ini membahas fenomena Warung Madura sebagai bentuk branding informal di ruang urban. Penelitian ini berangkat dari kritik terhadap pemahaman brand yang cenderung direduksi pada sistem identitas visual formal seperti logo, slogan, dan strategi komunikasi terencana. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-interpretatif, penelitian ini mengkaji bagaimana Warung Madura membentuk dan mempertahankan identitas brand tanpa sistem branding formal melalui praktik keseharian masyarakat di wilayah Jakarta. Data diperoleh melalui observasi non-partisipan terhadap aspek visual, spasial, dan praktik layanan Warung Madura, serta analisis narasi sosial terkait penggunaan istilah “Warung Madura” dalam kehidupan sehari-hari masyarakat urban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Warung Madura memiliki tingkat pengenalan publik yang tinggi meskipun tidak didukung oleh identitas visual formal. Identitas brand terbentuk melalui konsistensi praktik visual sederhana, fleksibilitas layanan, serta relasi sosial yang berulang antara pemilik warung dan pelanggan. Penamaan “Warung Madura” berfungsi sebagai label kolektif yang dilekatkan oleh masyarakat dan berperan penting dalam membangun kepercayaan dan pengenalan. Temuan ini menegaskan bahwa brand dapat tumbuh secara organik sebagai praktik sosial, bukan semata sebagai hasil perancangan komunikasi visual yang terstruktur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep “tidak ada brand” perlu dibaca secara kritis, karena ketiadaan sistem branding formal tidak berarti ketiadaan identitas atau makna. Warung Madura menunjukkan bahwa branding informal dapat berfungsi secara efektif dalam konteks ekonomi informal dan ruang urban. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian branding dan Desain Komunikasi Visual yang lebih kontekstual dan peka terhadap praktik keseharian masyarakat.

  3. Konsep Pengembangan Struktur Kemasan UMKM “Sate Padang” sebagai Solusi Praktis yang Menarik dan Kekinian

    Sate Padang merupakan salah satu kuliner khas Indonesia yang populer dan menjadi peluang usaha bagi banyak UMKM. Namun, kemasan yang umum digunakan saat ini (kertas cokelat berlapis plastik tipis) dinilai tidak praktis karena berisiko menyebabkan tumpahnya kuah, kurang menarik secara visual, dan tidak ergonomis untuk konsumsi di ruang publik. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep pengembangan struktur kemasan UMKM Sate Padang yang praktis, menarik, dan kekinian dengan berorientasi pada pengguna. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan design thinking (empathize, define, idea, prototype, dan test) yang bersifat iteratif dan partisipatif, melibatkan pedagang dan konsumen. Hasil penelitian menghasilkan tiga alternatif pola struktur kemasan berbahan dasar kertas Kraft 290 gsm berlaminai plastik polyethylene (PE). Melalui tahap fabrikasi dan uji dummy, Pola 3 teridentifikasi sebagai konfigurasi terbaik karena memenuhi aspek kepraktisan tertinggi (mudah buka-tutup, ergonomis, protektif terhadap kuah, dan efisien bagi pedagang) serta tetap terjangkau secara ekonomi. Konsep struktur kemasan yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi acuan bagi UMKM untuk meningkatkan nilai produk, pengalaman konsumen, dan daya saing pasar. Rekomendasi mencakup pentingnya kolaborasi dengan produsen kemasan lokal, pengujian lebih lanjut dengan material food-grade, serta peran pemerintah dalam pendampingan desain kemasan yang partisipatif.

  4. Proses Strategi Desain Komunikasi Visual pada Iklan Kopi di Minimarket untuk Memengaruhi Minat Beli melalui Promosi Bundling Obat Maag

    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses strategi Desain Komunikasi Visual pada iklan kopi di minimarket dalam memengaruhi minat beli konsumen melalui promosi bundling obat maag. Penelitian ini berangkat dari fenomena promosi kopi siap minum yang disertai produk obat maag sebagai bentuk strategi kreatif berbasis perilaku konsumsi masyarakat. Fokus kajian diarahkan pada proses kreatif perumusan ide, penentuan konsep pesan, serta pertimbangan strategis dalam mengomunikasikan nilai produk kepada konsumen, tanpa membahas elemen visual desain. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi konteks iklan di ruang ritel, studi dokumentasi, serta wawancara mendalam dengan pihak yang terlibat dalam proses kreatif perancangan iklan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kreatif dirumuskan melalui pemetaan kebiasaan konsumsi kopi, identifikasi kekhawatiran konsumen terhadap dampak kesehatan, serta pengembangan pesan persuasif yang menawarkan solusi praktis dan relevan. Promosi bundling kopi dengan obat maag menjadi strategi kreatif yang berfungsi sebagai pendekatan problem–solution dalam komunikasi pemasaran. Pembahasan menegaskan bahwa proses strategi DKV berperan sebagai kerangka berpikir kreatif yang mengintegrasikan tujuan pemasaran dan kebutuhan psikologis konsumen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa proses kreatif dalam DKV memiliki peran strategis dalam memengaruhi minat beli melalui komunikasi yang kontekstual dan berbasis perilaku konsumen.

  5. Analisis Semiotika Ilustrasi Digital Zorro X Bali Karya Bli Putu Angga

    Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan fokus pada deskripsi dan interpretasi mendalam terhadap fenomena seni, khususnya analisis terhadap karya seni digital Bli Putu Angga yang memadukan karakter Zorro, seorang samurai dari Jepang, dengan ornamen-ornamen Bali. Pilihan metode penelitian mengadopsi pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure sebagai kerangka teoretis utama untuk mengungkap makna dan konstruksi simbolik dalam lukisan tersebut secara lebih formal. Melalui analisis semiotika, penelitian ini menelusuri simbol-simbol yang digunakan oleh seniman, memandang setiap elemen, warna, dan bentuk sebagai penanda yang merujuk pada konsep atau ide tertentu. Selain itu, penelitian juga menggali makna-makna tersirat di balik setiap elemen dalam lukisan, mengikuti prinsip hubungan antara signifier dan signified menurut Saussure. Dengan fokus pada difusi nusantara dalam seni karya luar, penelitian ini berharap memberikan kontribusi mendalam pada pemahaman tentang bagaimana seni lukis digital mencerminkan proses tersebut dan makna tersembunyi di dalamnya.

  6. Estetika Sinematografi dan Kurasi Visual pada Iklan Berbasis Generative AI: Studi Kasus TVC Ramadhan MNC University

    Kehadiran Generative Artificial Intelligence (AI) di industri media digital telah mengubah cara kerja produksi visual komersial secara mendasar, menawarkan kecepatan dan efisiensi yang belum pernah ada sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana kaidah sinematografi klasik diterjemahkan ke dalam bentuk teks (prompt engineering), serta bagaimana proses perbaikan estetika (kurasi) dilakukan pada video hasil buatan AI. Menggunakan metode Research through Design (RtD) dan pendekatan autoetnografi, penelitian ini membedah proses pembuatan iklan komersial bertema Ramadan "Keluarga Baru" (MNC University) sebagai studi kasus utama. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun AI sangat efisien dalam memproduksi aset mentah, teknologi ini tidak memiliki "empati algoritmik" dan sering gagal menjaga konsistensi visual seiring berjalannya waktu bingkai (frame). Ada lima temuan penting dalam kolaborasi manusia-mesin ini: (1) perlunya menerjemahkan jenis lensa dan spesifikasi kamera (misal: lensa 24mm, bukaan f/1.8) ke dalam bahasa teks untuk mengunci keacakan gambar AI; (2) wajibnya campur tangan editor manusia untuk membuang gambar yang bergetar (temporal flickering) dan menyelaraskan warna agar selaras dengan psikologi penonton; (3) penggunaan teknik montase klasik "Efek Kuleshov" untuk merangkai klip-klip acak menjadi sebuah cerita ruang-waktu yang logis; (4) pentingnya penambahan suara manusia asli (voice-over) untuk memberikan nyawa, napas, dan kerentanan emosi pada video AI yang terasa kaku; dan (5) keharusan menggunakan teknik tempel digital (compositing) tingkat lanjut agar logo merek korporat tampil sempurna tanpa distorsi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran manusia secara absolut tidak bisa dihilangkan. Pekerja kreatif harus beradaptasi menjadi "Direktur Kreatif Hibrida" yang tidak hanya mampu mengarahkan mesin AI melalui bahasa pemrograman linguistik, tetapi juga memiliki otoritas kuratorial penuh untuk memperbaiki hasilnya agar layak tayang sebagai iklan komersial berkualitas tinggi.