Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Volume 4, No. 01Magenta : Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Media

Published January 28, 2020

Articles

  1. Fenomena BTS dalam Iklan "Tokopedia", Sebuah Tinjauan Citra Budaya Visual

    BTS (Bangtan Boys) was chosen as the brand ambassador for Tokopedia because it had delivered many achievements, one of which reached the top of the Billboard charts in 2018, becoming the only South Korean group to surpass the Beatles record, occupying the Top 200 Bilboard charts for 3 songs less than 1 year. The phenomenon of Korean artists who were asked to become ambassasor brands in the advertising industry in Indonesia in this study will be discussed from the perspective of visual cultural imagery. This research method is a qualitative descriptive analysis through the Image and Visual Culture approach using Image Theory, which explains the image has several parts: (1) Graphics, (2) Optics, (3) Perception, (4) Mental, (5) Verbal. The results of this study indicate that the positive image of BTS, which represents South Korean young people, who work hard, are successful and relatively far from scandalous. The use of graphics that are not too much, pastel colors, animated hearts, fountains, wings, fireworks, and so forth. This graphic gives the impression of cheerful, energetic, but still looks controlled. Optics, in this advertisement, young people are targets that have similarities with the character of BTS personnel. The perception to be raised is the big name of BTS, which has many fans and influences on product consumerism, and increasing transactions through the Tokopedia application on mobile. Mental decision-making in the audience is the working class, students from middle economic groups. Whereas at the verbal point, not too many verbal messages are spoken and written, but always mentioned the word "Tokopedia." For written verbal messages, the word "Tokopedia" always appears on the screen. Verbal is to emphasize that BTS fully recommends Tokopedia to be a place for online shopping.


    Abstrak

    BTS (Bangtan Boys) terpilih menjadi brand ambassador untuk Tokopedia karena sudah melahirkan banyak prestasi salah satunya berhasil mencapai puncak pada tangga lagu Billboard pada tahun 2018, menjadi satu-satunya grup asal Korea Selatan yang melampaui rekor The Beatles, dengan menduduki Top 200 tangga lagu Bilboard untuk 3 lagu kurang dari 1 tahun. Fenomena artis Korea yang didaulat menjadi brand ambassasor dalam industri iklan di Indonesia pada penelitian ini akan dibahas dari perspektif citra budaya visual. Metode penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif melalui pendekatan Citra dan Budaya Visual dengan menggunakan Teori Citra, yang menjelaskan citra memiliki beberapa bagian;(1) Grafis, (2) Optik, (3) Persepsi, (4) Mental, (5) Verbal. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa citra positif yang dimiliki BTS yang menjadi representasi anak muda Korea Selatan, yang bekerja keras, sukses dan relatif jauh dari skandal. Penggunaan grafis yang tidak terlalu banyak, warna-warna pastel, animasi hati, air mancur, sayap, kembang api, dan lain sebagainya. Grafis ini memberikan kesan ceria, energik, namun tetap terlihat terkendali. Optik, dalam iklan ini, kaum muda merupakan target yang memiliki kemiripan dengan karakter personel BTS. Persepsi yang ingin diangkat adalah nama besar BTS, yang memiliki banyak fans dan pengaruh terhadap konsumerisme produk, dan meningkatkan transaksi melalui aplikasi Tokopedia di ponsel. Mental dalam pengambilan keputusan dari khalayak merupakan kelas pekerja, mahasiswa/pelajar dari kelompok ekonomi menengah. Sedangkan pada poin verbal, tidak terlalu banyak pesan verbal yang diucapkan dan tertulis, namun selalu ada kata “Tokopedia.†Untuk pesan verbal tertulis, kata “Tokopedia†selalu nampak pada layar. Verbal tersebut untuk menegaskan bahwa BTS menganjurkan sepenuhnya Tokopedia menjadi tempat untuk belanja online.

  2. Storytelling dengan Menggunakan Media Flashcard terhadap Kemampuan Berbicara Bahasa Inggris Mahasiswa Arsitektur

    The purpose of this research is to gaining the speaking ability of Architecture students by storytelling method that using flashcard media in a groups class. After that, one of them speaking and doing storytelling about the picture on flashcard. Role play storytelling method is a method to mastery the lesson of studying by story telling of any kinds a story with how to gaining your imagination and appreciation that do by the act as a living figures or inanimate objects. Qualitative method is using in this research where is the data that taken from many books and journal, information are needed,concept, and discuss the object problem.The students of Architecture has learn the English language by this method and using the flashcard as a media to storytelling, because the media that they use is interesting, colorful, and by the figures, so the students can raise their imagination by this flashcard. Flashcard is a card bearing information, a word or numbers, or either both sides that by picture, used in classroom drills or in private study. Flashcard can bear a vocabulary, historical dates, formula, or any subject matter that can be learned. In this globalization era, teachers must be creative to do teaching and learning activities, by this method learning activities, teacher hopes that the students are going to interesting in their English class.

     

    Abstrak

    Tujuan dari penelitian ini ialah meningkatkan kemampuan berbicara mahasiswa Arsitektur dengan metode storytelling menggunakan media flashcard yang dibentuk dalam berkelompok. Lalu mereka berbicara di depan kelas menceritakan gambar yang ada pada flashcard tersebut. Metode role play storytelling adalah metode penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui bercerita tentang apapun menggunakan media ataupun tidak melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan yang dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif, dimana data yang dikumpulkan berupa kepustakaan, informasi, tanggapan, konsep, maupun uraian yang mengungkapkan masalah. Para mahasiswa Arsitektur lebih mudah bercerita berbahasa Inggris dengan menggunakan media flashcard, karena media yang digunakan menarik, berwarna, dan menggunakan gambar sehingga siswa mampu bermain dengan imajinasinya melalui media tersebut. Flashcard mampu meningkatkan penguasaan kosakata, sejarah, rumus, atau berbagai subjek permasalahan pembelajaran yang diajarkan. Era globalisasi saat ini mengharuskan pengajar lebih kreatif dalam kegiatan belajar mengajar, karena dengan metode tersebut di harapkan kegiatan pembelajaran bermakna dan menyenangkan serta tidak membosankan, dengan metode dan penggunaan media tersebut diharapkan kemampuan bahasa anak tercapai dengan baik.

  3. Poster "Modul Pengasuhan dan Pendidikan Anak" bagi Anggota PKH Kecamatan Cipayung

    Poverty in Depok especially in Kecamatan Cipayung, leads into a broken home family and economic pressure.  Mostly the children become the main victim. In contrary, children is the main actor of the generation.  To prevent generation lost, Social Ministry have launched “PKH†program. PKH Stand out as “Program Keluarga Harapan†help citizen in the area, not just economic access but also education to parenting. There are several modul conduct in the program. The citizen which selected and register as the member of the program, should attend the meeting regularly and report the progress of the aid. The problem occur, when the whole family could not adjust the program instantly. Therefor, the member needs media to transfer their knowledge beside verbal communication in their home. This article is using qualitative descriptive methods. The data was taken by observation, interview and literatures. Through this, Poster “Modul Pengasuhan dan Pendidikan Anak†was designed to help the PKHS’s member to share parenting awareness in the family. The poster’s size is in A5 poster, with 6 different themes. There are three main’s visual elements in the poster; (1) Typography, (2) Illustration and (3) Symbolism. The purposes of the poster are, family may learn together and built as a solid team in the future.

     

    Abstrak

    Kemiskinan di wilayah Depok, terutama Kecamatan Cipayung, telah membawa keluarga hidup dalam perpecahan karena tekanan ekonomi. Anak-anak umumnya yang menjadi korban utama padahal anak adalah generasi penerus yang diandalkan. Untuk mencegah kehilangan generasi yang lebih besar, maka Kementerian Sosial mengeluarkan kebijakan yang dikenal dengan nama “PKH†(Program Keluarga Harapan). Tujuan program ini adalah untuk membantu masyarakat mendapatkan akses ekonomi sekaligus pendidikan dalam hal pola asuh keluarga. Untuk bisa mendapatkan bantuan, masyarakat yang terdaftar sebagai anggota harus mengikuti kegiatan rutin dan memberikan laporan bulanan. Setelah beberapa lama ikut dalam program ini, masalah yang muncul di tengah peserta adalah, bahwa mereka mengalami kesulitan untuk berbagi pengetahuan kepada keluarga inti.Sebab itulah diperlukan media yang dapat membantu penyampaian materi ke tengah keluarga selain kata-kata yang diucapkan. Artikel ini merupakan hasil dari penelitian qualitative deksriptif. Data-data diperoleh melalui observasi, wawancara dan penelusuran literatur. Poster “Modul Pengasuhan dan Pendidikan Anak†dibuat dalam kertas ukuran A5 dimana di dalamnya berisi 6 tema yang berbeda sesuai modul yang pernah disampaikan kepada peserta. Dalam merancang poster ini, ada 3 elemen visual utama, yaitu: Tipografi, (2) Ilustrasi dan (3) Simbolisme. Harapannya melalui poster ini, kelurag peserta PKH ikut belajar dan menjadi keluarga yang lebih baik.

  4. Analisis Desain Cover Buku Anak Ayo Sekolah Lukisan Aini

    The scope of education itself is recognizing letters to being able to read and write, recognizing numbers to counting correctly, and recognizing colors and shapes in order to get to know the surrounding environment. This should have been learned from an early age or kindergarten age, because at that time children easily absorb the information given to them. It is for this reason that children must be facilitated with things that can facilitate their learning process, one of which is by providing books. To make it easier and to make children interested in understanding the contents of the reading, books are made with attractive illustrations and colors for children, so that they are interested in reading and understanding the contents of the book. One of the media for channeling education is through picture story books. Picture story books are one way of shaping children’s personalities, picture story books also provide many other benefits such as rhythm, rhymes, pictures that can stimulate language development and listening skills for children.

    ABSTRAK

    Ruang lingkup pendidikan itu sendiri adalah mengenal huruf hingga dapat membaca dan menulis, mengenal angka hingga dapat berhitung dengan benar, serta mengenal warna dan bentuk agar dapat mengenal lingkungan sekitarnya. Hal ini seharusnya sudah dipelajari sejak usia dini atau usia taman kanak-kanak, karena pada masa itu anak mudah menyerap informasi yang diberikan kepada mereka, karena alasan inilah anak harus difasilitasi dengan hal-hal yang dapat mempermudah proses pembelajaran mereka, salah satunya adalah dengan menyediakan buku. Untuk mempermudah dan membuat anak tertarik dalam memahami isi bacaan, maka buku dibuat dengan ilustrasi dan warna yang menarik untuk anak, sehingga mereka tertarik untuk membaca dan memahami isi buku tersebut. Salah satu media untuk menyalurkan pendidikan adalah melalui buku cerita bergambar. Buku cerita bergambar merupakan salah satu cara membentuk kepribadian anak, buku cerita bergambar juga memberikan banyak manfaat lainnya seperti, irama, sajak, gambar yang dapat merangsang pengembangan bahasa dan ketrampilan mendengar bagi anak-anak.

  5. Peningkatan Eksistensi Sanggar Seni Gong Si Bolong Pusaka Jaya melalui Media Promosi Interaktif

    Art becomes an inseparable element in people’s life. Its existence is a manifestation of the value of culture that has been passed down from generation to generation and is a matter of pride for the community. Along with its development, art is used as a means of entertainment and learning. However, currently, in the midst of the times, many new cultures have entered the arts, causing the arts to be marginalized. Gong Si Bolong Pusaka Jaya Art Studio is an art studio that is still trying to maintain its existence today. In order to remain able to survive and restore its glory, we need a promotional media that follows the times, namely through interactive media. Interactive media becomes a place to provide interesting information and new experiences for the audience in playing art music digitally. In the design process, Visual Communication Design science is needed in order to provide a solution in the form of the right innovation of existing problems.

    ABSTRAK

    Kesenian menjadi elemen yang tak terpisahkan dikehidupan masyarakat. Keberadaannya sebagai perwujudan nilai dari kebudayaan yang diwariskan secara turun-temurun dan menjadi kebanggaan bagi masyarakat. Seiring perkembangannya, kesenian digunakan sebagai sarana hiburan maupun pembelajaran. Namun saat ini ditengah perkembangan zaman, dengan banyaknya budaya baru yang masuk menyebabkan kesenian menjadi terpinggirkan. Sanggar Seni Gong Si Bolong Pusaka Jaya adalah sanggar kesenian yang masih berusaha mempertahankan eksistensinya hingga saat ini. Agar tetap mampu bertahan dan mengembalikan kejayaannya, diperlukan sebuah media promosi yang mengikuti perkembangan zaman, yaitu melalui media interaktif. Media interaktif menjadi wadah untuk memberikan informasi yang menarik dan pengalaman baru untuk audience dalam memainkan musik kesenian secara digital. Dalam proses perancangannya, dibutuhkan bidang keilmuan Desain Komunikasi Visual agar dapat memberikan sebuah solusi berupa inovasi yang tepat dari permasalahan yang ada.

  6. Pengaruh Ketidakstabilan Ketegangan Kertas terhadap Register pada Cetak Surat Kabar "X" pada Mesin Web UNIMAN 4/2 di PT Sinar Agape Press

    Since the increase in the price of newsprint in Indonesia, in some newspaper printers, the waste of dirty newspapers has increased, reaching more than 4%. This is due to frequent paper breaks when printing at speeds above 30,000 per hour. The paper often breaks because it is affected by the tension of the newsprint, it does not have sufficient strength when webbing is done on the web offset newspaper printing machine. And the influence of webbing also turns out to be able to affect the quality of the color print register on the web offset newspaper printing machine. To determine the existence of this influence, research was carried out on measuring the speed of the printing machine, and its relationship with paper tension. Which is measured on the paper that passes before and after the dancing roller, which is matched with observations on the results of the print register. Observations were made at low, medium, and high speeds. From the results of observations and research, it turns out that at low speeds there is a tendency for the tension of the paper to loosen, different at medium and high speeds makes the tension of the newsprint, the stretch becomes tighter. The changes in paper tension are then matched with the accuracy of the print register, it can be concluded that if the paper tension is getting better, the results of the accuracy of the print register are also getting better.

    ABSTRAK

    Semenjak terjadinya kenaikan harga kertas koran di Indonesia, di beberapa percetakan koran mengalami kenaikan waste koran kotor, mencapai di atas 4%. Hal ini dikarenakan seringnya terjadi putus kertas ketika mencetak di atas kecepatan 30.000 perjam. Kertas sering putus karena dipengaruhi oleh tegangan kertas koran tidak memiliki kekuatan yang cukup ketika dilakukan webbing di mesin Cetak Koran gulungan. Dan pengaruh webbing ini juga ternyata dapat mempengaruhi kualitas register cetak warna di mesin cetak koran gulungan. Untuk mengetahui adanya pengaruh tersebut dilakukan penelitian pada pengukuran kecepatan mesin cetak, dan hubungannya dengan ketegangan kertas. Yang diukur pada kertas yang melintas sebelum dan sesudah dancing roller, yang dicocokkan dengan pengamatan pada hasil register cetak. Pengamatan dilakukan pada kecepatan rendah, sedang, dan tinggi. Dari hasil pengamatan dan penelitian, ternyata pada kecepatan rendah ada kecenderungan ketegangan kertas mengendor, berbeda pada kecepatan sedang dan tinggi membuat ketegangan kertas koran, menjadi lebih kencang rentangannya. Perubahan-perubahan ketegangan kertas kemudian dicocokan dengan ketepatan register cetak, ternyata dapat disimpulkan bahwa jika ketegangan kertas semakin baik, maka hasil ketepatan register cetaknya juga semakin baik.